by

Kajian (PSBB), Ridwan Kamil Himbau Warga Sholat Ied Di Rumah

BogortimurPerdananews Gubernur Jabar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil Himbau Warga untuk Sholat Ied 1441 Hijriah diselenggarakan di rumah masing-masing guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Menurut Ridwan Kamil, himbauan itu berdasarkan hasil kajian ilmiah mengacu perkembangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat yang berlangsung mulai Rabu (6/5) dan akan berakhir pada Rabu (20/5).

“Sholat Idul Fitri tidak dilakukan di tempat kerumunan, tempat umum, mengacu kepada level kewaspadaan di 27 kabupaten/kota,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, Senin, 18 Mei 2020.

Untuk pemberlakuan PSBB ke depannya akan diperketat dengan kewenangan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tidak lagi berbasis maksimal di 27 kabupaten/kota, tapi akan menjadi PSBB Provinsi dengan proporsional di mana yang masih zona merah itu (PSBB) akan dilanjutkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menyatakan anjuran bagi warga muslim menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 H, terkait pelaksanaan Sholat Ied di tengah pandemi virus Covid-19.

Lihat Juga : Bupati kab. Bogor Ade Yasin Anggap Aturan Kemenhub Hambat PSBB

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafe’i dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Sate Kota Bandung.

Menurutnya, dua syarat penting untuk pelaksanaan sholat Ied agar diperhatikan dengan seksama, yaitu tidak adanya angka penularan Covid-19 dan hasil kajian para ahli di lapangan terkait pelonggaran aktifitas.

“Sholat Ied itu walaupun sunah, tapi mempunyai makna siar agama yang sangat besar. Oleh karena itu, MUI mengeluarkan fatwa di tengah pandemi covid-19, sholat Idul Fitri boleh dilakukan dengan cara berjamaah di lapangan, di kawasan yang sudah terkendali saat 1 Syawal ditandai dengan angka penularan kecenderungan menurun dan kebijakan aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah,” ujar Rachmat, Kamis, 14 Mei 2020. Dikutip dari vivanews

Rachmat memastikan, tidak ada pelarangan aktifitas ibadah di tengah pandemi ini. Pihaknya juga mengimbau, jika sholat Ied akan dilaksanakan di rumah harus dilaksanakan dengan syarat satu imam dan minimal tiga ma’mum. “Jadi judulnya sama, salat itu tidak ada yang dilarang hanya ada syarat-syarat tertentu khusus untuk wilayah yang terkendali,” ujarnya. (Idr)

Comment

PERDANANEWS