by

Habib Bahar Kembali Menjadi Tersangka

BogortimurPerdananews – Pendakwah  Habib Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dalam  perkara hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat atas kasus penganiayaan.

Pasal yang disangkakan kepada Habib Bahar yaitu Pasal 170 dan 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tempat kejadian perkara di Bogor, Jawa Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi membenarkan penetapan tersangkaHabib Bahar. Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor itu ditetapkan tersangka dalam surat Nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum per 21 Oktober 2020.

“Betul, hasil gelar telah ditetapkan tersangka,” kata Patoppoi saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada 2018 ke Polda Jabar. Belakangan Ditreskrimum Polda Jabar menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.

Baca Juga : Bahar Bebas , Terima Kasih Habib Rizieq

Patoppoi mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap Habib Bahar. Pihaknya tengah meminta izin ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memeriksa Habib Bahar yang kini ditahan di Lapas Gunung Sindur.

“Saat ini penyidik sedang minta izin ke Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM untuk periksa yang bersangkutan di Lapas Gunung Sindur,” ujarnya.

Adapun Habib Bahar bin Smith saat ini sedang mendekam di Lapas Gunung Sindur. Ia mendekam di penjara akibat menganiaya dua remaja dengan hukuman tiga tahun penjara.

Sementara itu, pengacara Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta membenarkan kliennya disangkakan oleh kasus dugaan penganiayaan. Kasus ini diketahui dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada 2018 lalu.

“Jadi memang ada perkara dulu, sudah lama, 2018,” kata Ichwan.

Ichwan menjelaskan bahwa pelapor merupakan seorang sopir taksi online. Menurutnya, saat itu ada kesalahpahaman antara pelapor dengan Bahar. Pelapor saat itu membuat laporan polisi. Kala itu, kata Ichwan, Habib Bahar belum dikenal banyak orang.

“Waktu itu karena habib Bahar belum dikenal, Andriansyah ini langsung lapor polisi,” ujarnya.

Setelah pelaporan tersebut, lanjut Ichwan, mencuat permasalahan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo yang dilaporkan ke Mabes Polri. Kemudian berlanjut dengan pelaporan dua remaja atas kasus penganiayaan.

“Setelah itu dicarilah lagi ini perkara yang sudah lama itu, dibuka lagi,” ucap Ichwan.

Menurut Ichwan, kasus antara Bahar dan Andriansyah sudah ada perdamaian. Bahkan dia mengaku pelapor sudah mencabut laporannya. Ichwan mengatakan pihaknya memiliki bukti otentik berkaitan perkara ini.

“Kita sudah berdamai dengan tuh orang dan sudah punya bukti perdamaian dan pencabutan LP, punya bukti kompensasi pengobatan, punya video si korban yang menyatakan kita sudah damai. Ada empat bukti, semua asli enggak ada yang palsu,” ucapnya.

(Idr)

Comment

PERDANANEWS